Senin, 26 September 2016


“Kemerdekaan Kristen”
 Galatia 5:1Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.

Selama 350 tahun bangsa Indonesia dijajah oleh bangsa Belanda. Pada tanggal 17 Agustus 1945 maka di deklarasikan kemerdekaan bangsa Indonesia lewat pidato Presiden pertama, yaitu Ir. Soekarno. Saat itulah bangsa Indonesia mengalami kemerdekaan. Kemerdekaan adalah saat di mana sebuah Negara meraih hak kendali penuh atas seluruh wilayah bagian negaranya. Dan saat di mana seseorang mendapatkan hak untuk mengendalikan dirinya sendiri tanpa campur tangan orang lain dan atau tidak bergantung pada orang lain (kebebasan). Dan sekarang kita memperingati HUT kemerdekaan RI yang ke-62.
Itulah gambaran kehidupan orang percaya, pada waktu kita percaya kepada nama Tuhan Yesus, masih terlalu banyak pola kehidupan kita terus terjajah. Sehingga firman Tuhan membuka jalan supaya kita sungguh-sungguh mengalami kemerdekaan. Jika masih ada yang belum sungguh-sungguh, Tuhan mau kita semua mengalami kemerdekaan itu. Bukan lagi dijajah oleh kuasa iblis, dijajah oleh karakter-karakter yang jelek, dan nafsu-nafsu jahat. Dan Tuhan mau kita mengalami benar-benar kemerdekaan sejati, karena Dia segera datang untuk menjemput kita.
      Ada dua hal yang harus kita lakukan, yaitu:
Orang Kristen sepatutnya "Berdiri Teguh"
Jangan mau dijajah lagi

Orang Kristen sepatutnya "Berdiri Teguh"
Galatia 5:1a"Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh…"

Matius 7:24-27"Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."

Yakobus 1:25, mengatakan: "Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya".

Jangan Mau Dijajah Lagi
Galatia 5:1b"…dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan".
Mengutip dari ayat ini "jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan" menjadi "jangan mau dijajah lagi" supaya jangan mau lagi diperhambakan oleh dunia. Iblis punya target utama dan tujuan utama untuk kita yaitu supaya kita jatuh ke dalam dosa. Sehingga firman Tuhan katakan iblis seperti singa yang mengaum-ngaum. Ia berkeliling sepanjang hari (24 Jam) untuk mencari celah/lengah, bila ada celah segera masuk membuat porak-poranda. Saya ingatkan supaya hari-hari ini lebih waspada, jangan beri sedikit pun peluang. Sebab segala macam cara/pola ada hipno terapi, hipno marketing dll. Orang percaya hidup bukan kuat gagah kita, tetapi karena Roh Kudus yang memampukan di dalam menghadapi segala masalah.

Penutup
Sebagai orang Kristen yang sudah di merdekakan dari ikatan dosa, sepatutnya kita melakukan firman Tuhan supaya mengalami kemerdekaan sejati. Dan tetap teguh/bertahan di dalam menghadapi masalah atau pencobaan, yaitu tidak jatuh ke dalam dosa. Kita akan menikmati kebahagiaan bersama Tuhan. Lebih waspada diri dari segala macam siasat iblis dengan tidak memberi sedikit pun peluang baginya. Sebab Tuhan Yesus telah mengubah bercak-bercak kotaran dosa menjadi putih seperti salju.


"KEMACETAN ROHANI"
Orang Kristen yang sungguh-sungguh adalah orang Kristen yang rohaninya terus bertumbuh di dalam Tuhan. Kenyataannya saat ini walaupun sudah bertobat, bahkan sudah melayani Tuhan tetapi banyak orang Kristen yang tidak bertumbuh imannya. Iman yang tidak bertumbuh ini dapat kita sebut sebagai kemacetan rohani.


Mengapa orang Kristen bisa mengalami kemacetan rohani? Berikut ini beberapa hal yang dapat menyebabkan hal itu :
1. Karena tidak mau diajar. Kalau kita menerima firman Tuhan yang keras, bagaimana reaksi kita? Apakah kita mau menerima ataukah kita memberontak? (Ibr. 12:5-11). Kalau kita menerima, maka rohani kita akan semakin bertumbuh. Sebaliknya kalau kita menolak, maka semakin lama, rohani kita akan macet. Artinya, teguran-teguran yang diberikan Tuhan lama-kelamaan sudah tidak dihiraukan lagi.

2. Karena kita tidak jaga pergaulan kita. Di dalam kehidupan ini, hanya ada dua kemungkinan, "kita mempengaruhi atau kita dipengaruhi". Alkitab berkata "pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik" (1 Kor. 15:33). Kalau kita sudah jadi anak Tuhan, kita harus tegas dengan pergaulan kita. Karena cepat atau lambat, kalau kita bergaul dengan orang-orang yang tidak rohani, maka rohani kita akan kompromi dengan dunia.

3. Karena tidak mau pikul salib. Kalau seseorang menderita karena dosa dan kebodohan itu bukanlah "salib". Tetapi kalau karena kebenaran kita menderita (diejek, dimaki, dijauhi, disingkirkan, kehilangan), maka itulah "salib". Contoh : Sadrakh, Mesakh dan Abednego yang tidak mau menjual imannya dengan menyembah patung. Pikul salib adalah kalau kita berani menolak untuk kompromi dengan dunia sehingga kita disingkirkan dan ditolak oleh dunia.

4. Karena tidak tegas dengan keinginan-keinginan (1 Yoh. 2:15-17). Keinginan yang tidak bisa dikendalikan akan membawa kepada dosa. Orang Kristen yang benar harus bisa mengendalikan keinginannya. Contoh orang yang tidak tegas dalam Alkitab adalah Salomo. Orang yang tidak punya keinginan tidak akan maju. Tetapi keinginan kita harus dikendalikan karena kita tidak akan pernah puas dengan keinginan kita. Keinginan yang tak terkendali menumbuhkan kerakusan dan kesombongan, baik keinginan tahu yang tidak terkendali, keinginan sukses dan makmur yang tidak terkendali.
Siapapun kita, kalau tidak hati-hati, akan mengalami kemacetan rohani. Tetapi kalau kita mau diajar, jaga pergaulan, pikul salib dan tegas terhadap keinginan-keinginan kita, maka iman kita akan bertumbuh dan rahasia kerajaan Allah akan dibukakan bagi kita.

Relakanlah hatimu untuk diajar,
berusahalah menjaga pergaulan, semangat pikul salib dan tetap tegas terhadap keinginan; sebab itu akan membantu pertumbuhan rohani Anda
 BERSYUKURLAH DENGAN KEADAANMU SAAT INI
SEBAB DENGAN BERSYUKUR;
Suasana HATI anda menjadi sejahtera
Suasana hati yang SEJAHTERA membuat anda dapat
Berpikir dengan baik
Bertindak dengan baik
Berkata – kata dengan baik
Mengambil keputusan dengan baik
Akhirnya Apapun yang anda kerjakan berhasil dengan baik

Mengeluh

Sebuah kata sederhana yang mungkin jarang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi seringkali kita praktekkan langsung baik secara sadar maupun tidak sadar. Kita semua melakukan hal tersebut setiap saat tanpa menyadarinya. Tahukah Anda semakin sering kita mengeluh, maka semakin sering pula kita mengalami hal tersebut.
Mengeluh adalah hal yang sangat mudah dilakukan dan bagi beberapa orang hal ini menjadi suatu kebiasaan dan parahnya lagi mengeluh menjadi suatu kebanggaan. Bila Anda memiliki dua orang teman, yang pertama selalu berpikiran positif dan yang kedua selalu mengeluh, Anda akan lebih senang berhubungan dengan yang mana? Menjadi seorang yang pengeluh mungkin bisa mendapatkan simpati dari teman kita, tetapi tidak akan membuat kita memiliki lebih banyak
 teman dan tidak akan menyelesaikan masalah kita, bahkan bisa membuat kita kehilangan teman-teman kita.
Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kita mengeluh?
Kita mengeluh karena kita kecewa bahwa realitas yang terjadi tidak sesuai dengan harapan kita. Bagaimana kita mengatasi hal ini. Caranya sebenarnya gampang-gampang susah, kita hanya perlu bersyukur.

Saya percaya bahwa di balik semua hal yang kita keluhkan PASTI ADA hal yang dapat kita syukuri. Sebagai ilustrasi, Anda mengeluh dengan pekerjaan Anda. Tahukah Anda berapa banyak jumlah pengangguran yang ada di Indonesia? Sekarang ini hampir 60% orang pada usia kerja produktif tidak bekerja, jadi bersyukurlah Anda masih memiliki pekerjaan dan penghasilan. Atau Anda mengeluh karena disuruh lembur atau disuruh melakukan kerja ekstra
Tahukah Anda bahwa sebenarnya atasan Anda percaya kepada kemampuan Anda? Kalau Anda tidak mampu tidak mungkin atasan Anda menyuruh Anda lembur atau memberikan pekerjaan tambahan. Bersyukurlah karena Anda telah diberikan kepercayaan oleh atasan Anda, mungkin dengan Anda lebih rajin siapa tahu Anda bisa mendapatkan promosi lebih cepat dari yang Anda harapkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar